Hukum –Hukum Ihyaa-Ul Mawat Atau Menghidupkan Bumi Mati


Kita sering sekali menjumpai tanah yang kosong yang berdasarkan pandangan kita tak bertuan tanpan piker panjang dalam anggapan ibarat itu kita seenaknya menggunakan tanah tersebut dengan maksud melestarikan (dari pada nganggur ) bagaimanakah aturan bersama-sama wacana sikap yang ibarat itu? Dalam kitab klasik(fathul qarib) ada pasal yang berkaitan dengan perkara tersebut yaitu pasal ihyaa-ul mawat (menghidupkan tanah)
menghidupkan bumi
Maksud ihyaa-ul mawat yakni tanah yang tidak ada pemiliknya dan tidak ada satu orangpun yang menggunakan atau mengambil manfaat tanah tersebut sebelumnya (pendapat imam Rafi’i) .bisa kita gunakan atau kita ambil manfaat dari tanah tersebut dengan dengan dua syarat :

1 . Orang yang menghidupkan tanah/bumi tersebuty muslim(orang islam) bahkan disunnahkan bagi kita untuk melestarikan tanah tersebut supaya kelihatan lebih indah ,meskipun imam yang dimaksud dalam kitab klasik (fathul qorib)melarang ,kecuali tanah yang akan kita ambil manfaat atau ingin dilestarikan terdapat tanah/bumi yang bergandengan dengan tanah tersebut .

2 . status  tanah benar-benar merdeka (bebas) tidak ada gejala sedikitpun orang yang pernah menggunakan atau mempunyai tanah tersebut ,jadi boleh kita gunakan atau kita ambil manfaat tanah tersebut dengan bercocok tanam atau mendirikan bangunan untuk kawasan tinggal . namun kembali kita ulas lagi apabinah tanah tersebut terdapat bekas garapan yang dalam keadaan dikala itu tanah itu rusak atau utuh ,maka status tanah tersebut menjadi hak orang lain ,dan kita dihentikan menggunakan tanah tersebut.

3 . Namun dalam kondisi lain tanah tersebut tidak diketahui pemiliknya dan bekas penggarapannya berdasarkan islam tanah tersebut menjadi tanah yang tersia-sia dan pengelolaan tanah tersebut tergantung dari imam . kalau berdasarkan jahililiyah tanah tersebut sanggup dihidupkan kembali dan dimiliki dengan mneruskan kebiasaan dari pengelolaan tanah tersebut.

4 . Indonesia merupakan Negara yang populer tanah nirwana yang memang terbilang subur namun tanah diindonesia jarang atau tidak ada sama sekali tanah yang mungkin dianggap bebas atau kosong ,semua tanah ada pemiliknya baik itu milik langsung ,milik forum ,atau Negara ,jadi kita sebagai masyarakat Indonesia harus mengetahui dan meneletenio tanah yang memang kita anggap sebagai tanah kosong ,karna banyak tanah yang memang kelihatannya tak bertuan tapi ternyanya tanah tersebut milik Negara ibarat ,perhutan,perairan,dan lain sebagainya .

Belum ada Komentar untuk "Hukum –Hukum Ihyaa-Ul Mawat Atau Menghidupkan Bumi Mati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel